header-int

Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga BKKBN ke Ponpes Al-Fattah Siman

Rabu, 07 Jan 2026, 12:44:57 WIB - 30 View
Share
Menteri Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga BKKBN ke Ponpes Al-Fattah Siman

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fattah Siman, Kecamatan Sekaran, Lamongan, pada Kamis (04/12/2025). Agenda utama kunjungan ini adalah sarasehan serta peresmian kantor Program Pusat Keluarga Konsultasi Sejahtera (PKKS), yang berlokasi di ponpes induk tersebut.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai unsur. Dari jajaran pengasuh dan pembina Ponpes Al Fattah Siman, hadir antara lain KH. Roni S. Sya'roni, KH. Hambali, KH. Abd. Hamid Fattah, KH. Ma'mun Fattah, KH. Ali Ridho, KH. Muhammad Afifuddin, KH. Gundar M. Al Hasan, dan KH. Masduqi Ali Fathon.

Dari unsur pemerintah dan legislatif, turut hadir Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.E.K.; Sekda Lamongan Dr. Moh. Nalikan, M.M.; Anggota Komisi VI DPR RI Ahmad Labib, S.H.I., M.H.; serta anggota DPRD Lamongan, yaitu H. Ujik Silvian Effendi, S.T., Didik Biyanto, S.H., dan Anang Taufik, S.STP., M.Si. Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP, Danramil Sekaran, Camat Sekaran Ahmad Kurniawan, S.STP., M.Si., Ketua AKD Sekaran, Kepala Desa Siman, Kepala Desa Karang, Kepala Desa Titik, dan Kepala Desa Kebalan Kulon.

Dalam sambutannya, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, termasuk para Kyai, Gus, jajaran pemerintah daerah Lamongan, dan anggota legislatif.

Beliau kemudian memaparkan fokus utama BKKBN sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup dua isu krusial. “Mohon maaf ada dua urusan yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto kepada saya, yakni terkait keluarga berencana, urusan kependudukan. Yang kedua urusan pembangunan keluarga sejahtera, ini yang sangat penting. Bila keluarga baik, maka negara akan baik juga.”

Menteri Wihaji juga menyoroti tentang hal signifikan yang dihadapi keluarga Indonesia di era digital, menekankan perlunya kewaspadaan orang tua terhadap penggunaan teknologi, khususnya telepon genggam. “Alhamdulillah banyak para orang tua yang masih pesantrenkan anaknya. Karena era digital teknologi dampaknya sangat luar biasa. Anak Indonesia hampir 7 hingga 8 jam pegang HP. Komunikasi dengan orang tua jarang dilakukan. Pengaruh algoritma teknologi sangat memengaruhi perkembangan anak bangsa. Orang tua diminta hati-hati terkait teknologi terutama HP.”

Beliau juga menekankan perlunya kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi agar generasi muda tidak terjerumus pada dampak negatifnya. “Perkembangan teknologi kita harus cerdas dalam menggunakan teknologi agar tidak terjerumus dalam menggunakan HP yang dipergunakan oleh generasi Gen Z sekarang ini,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Fattah Siman, KH. Abd. Hamid Fattah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri dan berharap kunjungan tersebut membawa berkah bagi Ponpes. Beliau menyinggung sejarah dukungan Ponpes terhadap program Keluarga Berencana (KB). “Pada tahun 1970 pernah kedatangan para pejabat dan KH. Abd. Fattah minta fatwa terkait keluarga berencana (KB). Dan sosialisasi peranan Kyai ke masyarakat sangat besar kesadaran tentang keluarga berencana.”

KH. Abd. Hamid Fattah menegaskan bahwa pesantren memiliki peran krusial dalam menyukseskan program PKKS dan KB, dengan berintegrasi bersama masyarakat. “Peran pesantren dalam Program Pusat Keluarga Konsultasi Sejahtera (PKKS). Peranan pesantren harus menyatu dengan masyarakat untuk membantu suksesnya keluarga berencana. Bila ekonomi maju, kesejahteraan keluarga tercapai.”

Beliau juga menambahkan bahwa latar belakang Menteri Wihaji sebagai figur yang merakyat dan pernah menjadi bagian dari lingkaran senior Presiden Prabowo Subianto menjadi modal penting. “Menteri kita ini sekarang merakyat, sebelumnya adalah anak buah orang tua Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua IKAFA Al Fattah Siman, Bapak Masduki, atas nama Ikatan Keluarga Alumni Al Fattah (IKAFA) Siman. “Atas nama keluarga besar ikatan alumni mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Menteri. Semoga bisa bermanfaat untuk yayasan, ponpes, maupun masyarakat sekitarnya,” ujar beliau.

Unidha Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam | Universitas Billfath
© 2026 FMIPA BILLFATH Follow FMIPA BILLFATH : Facebook Twitter Linked Youtube